JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Metro menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 GRANAT yang berlangsung di Ballroom Opus, The Tribrata Convention Center, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Bergerak, Bersatu Lawan Narkoba” tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran GRANAT dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Indonesia.
Ketua DPC GRANAT Kota Metro, Dr. dr. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K), S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 27 tahun GRANAT.
Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, profesional, dan konsisten menjalankan misi kemanusiaan dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.
Wahdi yang hadir bersama Ketua DPD GRANAT Lampung dan sejumlah Ketua DPC GRANAT kabupaten/kota se-Lampung mengaku mendapatkan banyak pesan penting dari Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. H. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., Ketua Dewan Pembina DPP GRANAT, Komjen Pol. (Purn.) Togar M. Sianipar, serta jajaran pengurus pusat.
Menurut Wahdi, terdapat enam poin penting yang menjadi perhatian dan harus ditindaklanjuti seluruh jajaran GRANAT, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Pertama, peningkatan tren peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data prevalensi nasional 2025 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, angka penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa ancaman narkoba masih serius dan membutuhkan penanganan bersama.
Kedua, perlunya memperluas gerakan pencegahan hingga tingkat desa melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Upaya pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, keluarga, sekolah, serta tokoh masyarakat.
Ketiga, memperkuat pengawasan wilayah pesisir dan jalur laut. Dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki garis pantai panjang serta banyak pelabuhan tradisional, keterlibatan masyarakat pesisir dinilai penting untuk membantu aparat mengawasi potensi penyelundupan narkotika.
Keempat, membangun semangat “Nation in Arms” atau gerakan bersama seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman narkotika. Gerakan tersebut harus dibangun melalui kekuatan intelektual, mental, edukasi, serta tindakan nyata untuk melindungi masa depan generasi muda.
Kelima, mendorong penindakan hukum secara tegas tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan pengedar narkoba. Namun, di sisi lain, korban penyalahgunaan narkotika juga harus mendapatkan akses rehabilitasi yang memadai agar dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif.
Keenam, memperkuat kelembagaan internal GRANAT melalui konsolidasi organisasi, peningkatan profesionalisme, serta perluasan kemitraan strategis dengan BNN, Polri, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat.
Wahdi menilai, perjalanan GRANAT selama 27 tahun bukanlah perjuangan yang mudah. Dibutuhkan kerelaan, pengorbanan, serta komitmen seluruh komponen bangsa untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Perjuangan selama 27 tahun ini membutuhkan pengorbanan dari seluruh komponen. Sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat hingga daerah sangat diperlukan, termasuk dukungan penganggaran untuk memperkuat program P4GN. Organisasi kemasyarakatan juga harus dilibatkan, demikian pula seluruh struktur GRANAT, mulai dari DPP, DPD, DPC hingga anak ranting,” menjadi salah satu catatan penting Wahdi atas pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga dan lingkungan pendidikan sebagai benteng utama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Menurutnya, upaya mewujudkan Indonesia Emas harus dimulai dengan pembangunan sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kita perlu bekerja keras mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Jangan sampai generasi yang kita harapkan menjadi penerus bangsa justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Khusus di Kota Metro, Wahdi menyebut predikat sebagai kota pendidikan serta semangat pembangunan melalui slogan GEMERLANG harus menjadi kekuatan untuk memperkuat gerakan Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR).
Ia berharap Pemerintah Kota Metro, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program P4GN.
“Sebagai kota pendidikan, Metro harus menjadi bagian dari gerakan mewujudkan Indonesia BERSINAR. Ini bukan hanya tanggung jawab GRANAT, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga generasi muda dan masa depan bangsa,” tuturnya (Jamhari)






