Kota Metro

Danrem 043/Gatam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Beton di Metro, Tiga Titik Direhabilitasi

×

Danrem 043/Gatam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Beton di Metro, Tiga Titik Direhabilitasi

Sebarkan artikel ini

METRO, — Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., meletakkan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi jembatan beton tahap VIII di wilayah Korem 043/Gatam. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Stadion, Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan bertema “TNI AD Hadir untuk Rakyat” ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur jembatan. Di Kota Metro, rehabilitasi direncanakan pada dua titik, yakni Kelurahan Tejosari dan Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur. Satu titik lainnya berada di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki hadir didampingi Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr., Kasiren Korem 043/Gatam Kolonel Inf Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., serta para kepala seksi Korem 043/Gatam.

Turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Metro, unsur TNI-Polri, kejaksaan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat Kelurahan Tejosari, dilanjutkan foto bersama dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Tiga titik jembatan menjadi sasaran

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga lokasi jembatan yang masuk dalam program tahap VIII.

Pertama, rehabilitasi jembatan beton di Kelurahan Tejosari dengan panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter. Jembatan ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi 1.252 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.945 jiwa.

Kedua, rehabilitasi jembatan beton di Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, dengan panjang 27 meter dan lebar 5,1 meter. Lokasi ini tercatat memiliki penerima manfaat sebanyak 4.341 KK atau sekitar 13.696 jiwa.

Ketiga, rehabilitasi jembatan beton di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, dengan panjang 18 meter dan lebar 2 meter. Jembatan tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi 350 KK atau sekitar 1.000 jiwa.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur penghubung, meningkatkan kelancaran mobilitas warga, serta mendukung distribusi barang dan kegiatan perekonomian masyarakat. Perbaikan jembatan juga diharapkan menunjang akses pendidikan dan aktivitas sehari-hari warga.

Danrem: Perkuat pondasi jembatan yang krusial

Dalam keterangannya, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, pembangunan dan rehabilitasi jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

“Pada hari ini kita hadir, berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan jembatan beton yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Metro, yaitu dua lokasi di Kelurahan Iringmulyo dan Kelurahan Tejosari, Metro Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah membangun jembatan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk melalui program jembatan perintis dan Jembatan Merah Putih.

Menurutnya, Pemerintah Kota Metro telah mengusulkan sejumlah titik untuk mendapatkan penanganan. Dalam pelaksanaan tahap ini, terdapat dua lokasi di Kota Metro dan satu lokasi di Kabupaten Lampung Tengah.

“Pekerjaan ini dilaksanakan berkolaborasi antara PU, TNI, dan yang lainnya. Pekerjaan ini adalah rehabilitasi untuk memperkuat pondasinya agar bisa lebih bertahan dan lebih survive. Saat ini kita mencari titik-titik yang krusial,” jelasnya.

Danrem menambahkan, penentuan lokasi penanganan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung yang belum memadai, termasuk jembatan yang sudah tersedia tetapi mengalami kerusakan.

Ia berharap rehabilitasi tersebut dapat memperlancar berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas antarwilayah, termasuk akses penghubung menuju Kabupaten Lampung Timur.

“Harapannya, perbaikan jembatan ini mempermudah semua aktivitas masyarakat, ekonomi, pendidikan, sekolah, dan salah satunya penghubung dengan Kabupaten Lampung Timur,” pungkasnya.

Program rehabilitasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat konektivitas wilayah. Namun, manfaat akhirnya akan ditentukan oleh kualitas pelaksanaan pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta pemeliharaan jembatan agar dapat digunakan masyarakat secara aman dan berkelanjutan.(Jamhari)

error: Content is protected !!