ADVERTORIALKota Metro

Wali Kota Bambang Apresiasi Program Bedah Rumah BAZNAS, Tekankan Pengentasan Kemiskinan

×

Wali Kota Bambang Apresiasi Program Bedah Rumah BAZNAS, Tekankan Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

Reviewindonesia.id — Pemerintah Kota Metro bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp35 juta kepada keluarga Rudianto, warga Jalan Panda, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Selasa (14/7/2026). Program tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya penanganan rumah tidak layak huni dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Penyerahan bantuan dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Suroso, Kepala Bapperida Yery Ehwan, Kepala Dinas Kesehatan Fitri Agustina, perwakilan Dinas PUTR, Kementerian Agama, Bank Muamalat Metro Madani, Camat Metro Pusat, dan Lurah Hadimulyo Timur.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi peran BAZNAS sebagai mitra pemerintah dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kunci untuk mengurangi kemiskinan di Kota Metro,” kata Bambang.

Ia menyatakan pemerintah daerah akan terus mendukung program rehabilitasi rumah melalui sinergi dengan BAZNAS. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat dan menjadi bagian dari langkah pengurangan kemiskinan ekstrem.

Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Suroso menjelaskan bahwa bantuan diberikan untuk mengubah rumah tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

“Penerima selama ini tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bantuan Rp35 juta ini diberikan di luar bantuan cat,” ujarnya.

Joko mengatakan BAZNAS akan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai rumah tidak layak huni melalui proses survei dan verifikasi. Namun, ia mengakui program bedah rumah saat ini baru menyasar satu lokasi.

Ke depan, BAZNAS Kota Metro berencana memperkuat sinergi dengan BAZNAS Provinsi Lampung agar cakupan program dapat diperluas.

Selain bantuan bedah rumah, BAZNAS juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dengan nilai masing-masing Rp150 ribu.

Meski program tersebut dinilai membantu warga yang membutuhkan, efektivitasnya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan. Dengan jumlah penerima yang masih terbatas, publik menunggu keberlanjutan program, perluasan sasaran, serta transparansi data rumah tidak layak huni yang menjadi dasar penyaluran bantuan.

Program bedah rumah akan lebih berdampak apabila diikuti pendataan yang akurat, pengawasan pelaksanaan, dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, BAZNAS, serta pemangku kepentingan lainnya.(Adv)

error: Content is protected !!