ADVERTORIALKota Metro

Wali Kota Metro Hadiri Wisuda Tahfidz SD Al-Qur’an, Tantangan Utama Bukan Seremoni, Melainkan Keberlanjutan Pendidikan Karakter

×

Wali Kota Metro Hadiri Wisuda Tahfidz SD Al-Qur’an, Tantangan Utama Bukan Seremoni, Melainkan Keberlanjutan Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini

Reviewindonesia.id — SD Al-Qur’an Kota Metro menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan pelepasan 39 murid kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula SD Al-Qur’an, Jalan Sumbawa, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan bertema “Teruskan Belajarmu, Gapai Cita-citamu, Jadilah Generasi Qur’ani Berkarakter Islami” itu dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Staf Ahli Wali Kota dr. Achmad Redho Akbar, Penjabat Kepala Dinas Kominfo, Anggota DPRD Kota Metro, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejumlah tamu undangan.

Sebanyak 39 siswa dilepas setelah menyelesaikan pendidikan dasar, sementara 30 di antaranya mengikuti wisuda tahfidz dengan capaian hafalan satu hingga dua juz Al-Qur’an.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan bahwa pelepasan siswa merupakan momentum penting dalam perjalanan pendidikan. Ia berharap lulusan SD Al-Qur’an mampu menjadi generasi yang berakhlak baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya melalui lembaga pendidikan ini anak-anak yang lulus menjadi generasi penerus yang baik dan sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya.

Namun, di balik prosesi wisuda tahfidz yang berlangsung khidmat, tantangan yang lebih besar justru terletak pada keberlanjutan pembinaan karakter dan hafalan Al-Qur’an setelah para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kepala SD Al-Qur’an Kota Metro, Ambar Pratiwi, mengakui bahwa proses pendampingan siswa telah berlangsung sejak tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Ia menyebut target hafalan di sekolah tersebut minimal satu juz dan maksimal enam juz.

“Tahun ini ada 30 siswa yang diwisuda tahfidz. Kami berharap anak-anak tetap mencintai Al-Qur’an dan terus menjaga hafalannya di sekolah yang baru,” katanya.

Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, tahfidz, dan capaian pembelajaran lainnya.

Meski demikian, wisuda tahfidz tidak seharusnya dipahami sebagai akhir dari proses pendidikan Al-Qur’an. Hafalan yang telah dicapai akan kehilangan makna apabila tidak diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan, lingkungan belajar yang mendukung, serta keterlibatan orang tua dalam menjaga kebiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an juga tidak cukup diukur dari jumlah juz yang dihafal atau banyaknya seremoni wisuda yang digelar. Ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial tertanam dalam diri peserta didik.

Karena itu, keberhasilan wisuda tahfidz baru akan terlihat ketika para lulusan mampu mempertahankan hafalan, menjaga akhlak, dan menunjukkan karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari. Di titik itulah pendidikan Qur’ani diuji, bukan di panggung wisuda, melainkan dalam perjalanan panjang setelah mereka meninggalkan bangku sekolah dasar.(Adv)

error: Content is protected !!