Pemalang,Review Indonesia.id- Musim panen melon dan semangka membawa berkah bagi petani sekaligus pedagang buah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di Desa Gintung, Kecamatan Comal, lapak buah di pinggir jalan raya yang berada di tepi persawahan ramai diserbu pembeli. Salah seorang pedagang, Amin (55), mengaku omzet penjualannya bisa mencapai Rp15 juta sehari.
Bersama sejumlah rekannya, Amin mulai menggelar dagangan sejak siang hingga sore hari. Menjelang sore, pembeli dari berbagai daerah, termasuk Ulujami dan Wiradesa, berdatangan untuk berburu melon dan semangka segar.
“Untuk harga, kita tidak pakai kiloan, tetapi per butir, mulai Rp7.500 sampai Rp10.000 dengan ukuran buah lumayan besar,” ungkap Amin, Senin sore (26/10)
Menurut Amin, pasokan buah berasal dari kebun di Desa Gintung dan sebagian lainnya didatangkan dari Kabupaten Demak. Dalam sekali pengiriman, stok buah yang datang bisa mencapai 2–3 ton.
Ramainya pembeli juga dirasakan Agus Dimyati, warga Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami. Ia mengaku beberapa kali membeli buah di lapak tersebut karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau.
“Kali ini saya beli dua semangka seharga Rp20.000, kemudian masih diberi bonus satu butir lagi,” ujar Agus sambil tersenyum.
Panen Membawa Harapan
Tak hanya di Desa Gintung, penjualan melon dan semangka juga terlihat di Desa Danasari dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Pemalang. Sebagian pedagang menjajakan buah langsung di lokasi panen, sehingga hasil kebun dapat segera dipasarkan kepada konsumen.
Ramainya penjualan ini menjadi peluang bagi petani untuk memasarkan hasil panen dan bagi pedagang untuk memperoleh penghasilan. Buah segar dengan harga terjangkau pun menjadi pilihan masyarakat, terutama saat cuaca panas.
Bagi petani dan pedagang, panen melon dan semangka bukan sekadar musim memetik buah, melainkan juga kesempatan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, Dari hamparan sawah hingga lapak di tepi jalan, hasil bumi Pemalang menghadirkan berkah yang dapat dirasakan bersama.( Ragil).






