Sainghe– Pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi dan kehadiran nyata hingga ke pelosok desa. Semangat tersebut kembali diwujudkan Komando Distrik Militer (Kodim) 1301/Sangihe melalui keterlibatannya dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga di wilayah perdesaan.
Pelaksanaan TMMD ke-130 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026, dengan lokasi kegiatan berada di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Dalam pelaksanaannya, program TMMD diarahkan pada sejumlah sasaran pembangunan yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat. Salah satu sasaran fisik utama yang direncanakan adalah perintisan jalan sepanjang 207 meter dengan lebar 4 meter.
Dandim 1301/Sangihe Letkol CZI Nazarudin, S.T., M.I.P., mengatakan TMMD merupakan bagian dari upaya TNI untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Menurut Nazarudin, penetapan Kampung Tanaki sebagai lokasi TMMD tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan akses dan infrastruktur dasar.
“TMMD ke-130 ini kita arahkan untuk memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sasaran utama berupa perintisan dan pengecoran jalan diharapkan dapat membuka akses, memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Nazarudin.
Ia menjelaskan, keberadaan akses jalan yang lebih baik sangat penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan, hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.
“Pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana akses tersebut nantinya dapat meningkatkan aktivitas masyarakat. Karena itu, kita berharap hasil TMMD ini bisa dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Nazarudin menambahkan sasaran tambahan berupa pembangunan dua unit RTLH dan satu unit sumur bor merupakan bentuk perhatian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Selain sasaran utama, kita juga berupaya menyentuh kebutuhan masyarakat melalui pembangunan RTLH dan sumur bor. Harapannya, kehadiran TMMD tidak hanya membuka akses wilayah, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh jajaran TNI, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
“Semangat utama TMMD adalah kebersamaan. TNI, pemerintah daerah dan masyarakat harus berjalan bersama. Dengan gotong royong dan dukungan semua pihak, sasaran yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang,” tegas Nazarudin.
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Kampung Tanaki diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus mempercepat pembangunan dari wilayah desa.(Yosua)






