Sumatera Utara

211 Rumah Terendam Banjir di Gambus Laut, Kondisi Sungai dan Pekerjaan Bendungan Dalu-dalu Disorot

×

211 Rumah Terendam Banjir di Gambus Laut, Kondisi Sungai dan Pekerjaan Bendungan Dalu-dalu Disorot

Sebarkan artikel ini

BATUBARA, Reviewindonesia.ID — Sebanyak 211 rumah warga Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, terendam banjir setelah aliran Sungai Gambus meluap pada Selasa (8 September 2026) dini hari.

Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan berdampak pada permukiman warga di Dusun VI, Dusun VII, dan Dusun VII. Berdasarkan pendataan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara, ketinggian air berkisar antara 15 hingga 30 sentimeter.

Meski merendam ratusan rumah, hingga laporan ini disusun belum terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Namun, peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi aliran sungai dan faktor yang menyebabkan debit air meluap hingga memasuki permukiman warga.

BPBD Kabupaten Batubara menyebut aliran Sungai Gambus berhulu di wilayah Kabupaten Simalungun. Dalam laporan awal tersebut juga disebut adanya pekerjaan pada Bendungan Dalu-dalu yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara.

Informasi mengenai pekerjaan bendungan tersebut perlu menjadi perhatian dan ditelusuri secara teknis. Kendati demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan Bendungan Dalu-dalu merupakan penyebab banjir.

Hubungan antara pekerjaan konstruksi, kondisi bendungan, debit sungai, curah hujan, dan luapan air harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis pihak berwenang.

Persoalannya, ketika 211 rumah warga terendam, masyarakat tentu membutuhkan lebih dari sekadar pemantauan. Pemerintah dan instansi teknis perlu memastikan penyebab banjir secara terang agar penanganan tidak berhenti pada respons darurat setiap kali air meluap.

BPBD Kabupaten Batubara telah melakukan pemantauan, asesmen, serta penanganan di lokasi terdampak. Dua tenda juga telah didirikan, masing-masing sebagai posko kesehatan dan persiapan tempat pengungsian apabila kondisi memburuk dan warga harus dievakuasi.

Sementara itu, nilai kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan.

BPBD juga terus memantau perkembangan ketinggian air serta kondisi masyarakat di Desa Gambus Laut guna mengantisipasi kemungkinan banjir meluas maupun munculnya dampak lanjutan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan instansi pengelola sumber daya air untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas aliran sungai, kondisi bendungan, sistem drainase, serta faktor lain yang berpotensi memperparah genangan.

Sebab, bagi warga yang rumahnya terendam, yang dibutuhkan bukan hanya penanganan setelah banjir terjadi, tetapi juga kepastian mengenai akar persoalan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.(*)

error: Content is protected !!