Kota Metro

Aliansi Petani Menggugat Datangi DPRD, Bahas Dampak Banjir Akibat Bendungan Margatiga

×

Aliansi Petani Menggugat Datangi DPRD, Bahas Dampak Banjir Akibat Bendungan Margatiga

Sebarkan artikel ini

 

Puluhan Petani yang tergabung di Aliansi Petani Menggugat Metro Selatan mengadakan aksi unjuk rasa didepan halaman Gedung DPRD Kota Metro setempat, pada Rabu (22/04/2026).

‎Mereka menuntut, agar Pemerintah & DPRD Metro mencari solusi permanen guna mengatasi persoalan gagal panen yang mereka alami selama ini.

‎Persoalan gagal panen ini akibat dari dampak Bendungan Marga Tiga yang mengaliri irigasi sungai Way Sekampung. Sehingga debit air meluap serta telah merendam lahan pertanian di wilayah Kecamatan Metro Selatan.

‎Sementara itu, Kuasa Hukum Aliansi Petani Menggugat, Tommy Gunawan mengatakan bahwa, Para petani meminta adanya langkah nyata dari Pemerintah & DPRD Metro.

‎“Kami memperjuangkan ini penuh dengan tekanan. Kita tetap satu pada tuntutan pertama yakni Petani meminta solusi permanen, yang mana akan dituangkan oleh pihak DPRD difasilitasi oleh DPRD antara Pemerintah Kota Metro dengan Petani untuk segera mungkin mendapatkan solusi permanen,” ujar Tommy.

‎Menurutnya, Kemana rakyat akan menuntut, apabila solusi itu tidak ada jawaban.

‎“Jadi kita sedang menunggu solusi permanen itu seperti apa yang dituangkan dalam kertas yang bisa disaksikan oleh semua petani se – Indonesia,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut Tommy menjelaskan bahwa, Aksi Aliansi Petani Menggugat merupakan sejarah bagi Kota Metro yang telah memperjuangkan hak hak mereka dalam menyampaikan aspirasi kepada Wakil Rakyat di Bumi Sai Wawai.

‎“Mungkin ini juga menjadi catatan sejarah bagi Kota Metro, terima kasih kepada petani juga yang telah mempercayakan saya sebagai kuasa hukumnya,” jelasnya.

‎“Petani bisa berdialog ke ruangan DPRD ini dengan banyak perdebatan, ternyata Petani- Petani di Metro inj sangat memperjuangkan hak-haknya,” sambung Tommy.

‎Tommy menambahkan, para petani bukan hanya menuntut perhatian, tetapi hak mereka sebagai warga negara yang telah berkontribusi melalui pajak.

‎“Petani sekarang itu mengharapkan suatu bukti, bukan cuma omon omon.
‎Jadi petani itu sekarang sangat  menunggu kehadiran Wakil Rakyat maupun Pemerintah,” terangya.

‎Tommy juga memaparkan bahwa persoalan banjir bukanlah hal baru. Ia menyebut, bencana tersebut sudah berulang sejak pembangunan Bendungan Marga Tiga di Lampung Timur.

‎“Berdasarkan data-data yang saya dapat. Bendungan Marga Tiga itu telah menyebabkan kebanjiran di lahan -lahan milik petani yang mengalami dampak sekitar 7 tahun. Artinya, persoalan banjir ini telah lama dan belum mendapatkan solusinya,” tuturnya. (Jamhari)


error: Content is protected !!